Fluttershy - Move Tool

Wednesday, February 6, 2013

Wedding Preparation ==> "Salon Pengantin"

Perjuangan selanjutnya, berburu salon. Apa kriterianya? Pertama, harus yang sudah berpengalaman. Kedua, wanita.. mama anti perias lelaki atau yang setengah perempuan. Ketiga, yang biayanya ramah dengan budget. Yak.. kira-kira itu sih.. dan yang pasti gak bikin aku jadi pengantin yang bermuka lebay dan norak yah.
Salon yang pernah kami kunjungi antara lain:

    •  Indah Rumah Pengantin di daerah Sumbersari, Malang. Ga cocok sama harga dan hasil riasnya, bagus tapi ga sreg di hati ajah.
    •  Salon Atik di daerah Junrejo, Batu. Ga cocok, hasil karyanya.. maaf agak lebay menurutku.
    •  Salon Dian di daerah Jl. Karya Timur, Malang. Ga cocok, sepertinya hasil riasnya terlalu njawani yah dilihat dari fotonya. jadi kurang sreg.
    •  Salon Irfan di daerah Jl. Selorejo, Malang. Salon ini aku pakai waktu acara lamaran kemarin. Udah hampir deal, tapi aku memutuskan masih pikir-pikir dulu, entah karena apa?mungkin karena aku pengennya riasan jawa tapi sedikit modern seperti hasil karya Sanggar Liza kalau di Jakarta. Aku ga liat apa yang aku mau di foto pengantin jawa  karya salon ini. Berikut beberapa hasil karya Salon Irfan:




Tadinya aku tertarik sama Salon Yulia Maria di  Sumbersari, Malang. Tapi berhubung sempat baca thread para calon pengantin di forum tentang salon ini yang katanya.. maaf.. suka telat, aku jadi mundur deh. Tertarik lagi sama salon Nova Viola yang lagi ngehits di Malang, dari foto dan pengantin yang pernah aku lihat, bagus sih memang, tapi mahaal..

Ah, pusing deh mau cari salon kemana lagi.. T_T

Saturday, February 2, 2013

Wedding Preparation ==> "Souvenir dan Undangan"

Bingung, aku sih bingung sama desain undangan dan souvenir yang sesuai selera mon, sedangkan mama papa bingung dengan daftar undangannya. Aku mau undangan yang bentuknya lucu-lucu, berpita dan banyak ornamen tapi Mon sangat menginginkan bentuk undangan yang sekali buka cover langsung baca isi undangan, ga pakai lembaran lain seperti pada undangan pada umumnya. Browsing tiap hari, dapet contoh model, langsung whastapp mon, tanggapannya.. "kok gini,kok gitu.. bagus sih, tapi...." hhhh... ga cocok melulu.

Ya sudah, keliling lah aku dan mama di daerah Dinoyo yang memang sentra undangan dan souvenir. Entahlah, kami belum menentukan souvenir dan undangan model apa yang kami cari, yaaa.. siapa tau, begitu liat langsung ada yang cocok.
Ini beberapa souvenir yang kami lihat di Dinoyo:




Lucu-lucu yah, ga nahan banget sama tempat madu warna biru. Sayang aja harga souvenir itu sekitar 11ribu, terlalu mahal kata mama dan untuk acara bulan Juli,tokonya uda ga terima pesanan lagi, udah full.Yaa.. daripada nanti pesenanku ga bisa selesai tepat waktu, mending ga usah pesen di situ. Okey, hilangkan cintamu pada tempat madu unyu' itu Dhita!
Geser ke toko berikutnya, ah souvenirnya standar banget, boneka keramik.. kurang guna sih menurutku. Mama ngusulin kipas, uuummm.. souvenir sejuta umat yah.. ga mauuu...
Terakhir nih, mampir ke Nisa Souvenir, banyak pilihannya.. walaupun cukup standar macem asbak, gelas, kotak perhiasan gitu. Entah kenapa, aku suka souvenir gelas yang dipajang di pojokan etalasenya. Kata bu Nisa yang punya toko, itu gelas adalah model yang dipake pas acara nikahan anak Bupati Malang, katanya lho. Uwow.. pantesan bagus yak, mamaaa .. aku mau yang ituuuu.. Per biji nya 8500, ya lumayan lebih murah dari tempat madu tadi yah. langsung deh jepret, kirim foto ke Mon, dan dia suka. Sip!



Ternyata Nisa souvenir juga bisa bikin undangan, dari contohnya juga bagus-bagus. Aku pun mencoba jelaskan keinginanku dan mon tentang model undangan ke Pak Sandy, suaminya Bu Nisa yang bikin undangan. Terus dia kasih aku contoh yang sudah dia buat berdasarkan penjelasanku tadi.. "kayak gini tho mbak, maksudnya?".... " lha ya itu pak, hampiiir kayak gituh.."


sayangnya, pak Sandy ga bisa nyanggupin persis seperti yang diinginkan mon, kata pak Sandy, hasilnya bakal kurang rapi, dan isi undangannya mepet banget karena kurang tempat..
Akhirnya dia janji kasih desain undangan versi softcopy yang intinya mendekati model ala Mi dan Mon yang ribet ini. Okay, wait and see..
Jadi lah kami pilih Nisa Souvenir jadi vendor undangan dan souvenir.

Sunday, January 27, 2013

Wedding Preparation ==>"Kain Kebaya.. Kain Kebaya"

Weekend telah tiba, saatnya aku terjun ke persiapan pernikahan. Jadwal minggu ini adalah hunting kain kebaya. Nah untuk urusan pemilihan kain ini, aku harus pilah pilih sendiri motif yang aku mau, ini masalah selera yaa.. yang nantinya akan cukup berpengaruh pada rasa percaya diri ketika hari raja dan ratu paling bahagia tiba, aku harus jadi yang tercantik.. yak! paling cantik!

Selalu dan selalu ditemani oleh soulmate tercintaku.. mamaku. Kami gak pusing-pusing sih cari bahan kebaya di Malang, langsung menuju ke Toko Kain "Citra" aja, kenapa?? karena kainnya manteb-manteb, modelnya banyak, dari yang murah sampai yang harganya selangit, dan yang paling penting, disini bisa dibantu karyawannya untuk padu padan kain supaya jadi bagus hasil bajunya, memang terkenal kok kalau para calon pengantin suka belanja kain di sini untuk acara pernikahannya.
Sebelum cari kain sih aku udah bolak-balik konsultasi sama Bu Rahma (penjahit langganan keluargaku) tentang model kebaya yang aku mau,warna dan kainnya seperti apa? Jadi pas nyampe toko, tinggal tunjuk aja ke Mbak pegawai tokonya.
Seperti ini lah kira-kira kebaya yang sudah kuimpikan akan kupakai kelak..

kebaya untuk resepsi, gambar diambil dari sini

kebaya akad nikah maunya seperti kaka Marcella, jawa banget dan berkelas..


Ketemuan sama Bu Rahma di toko Citra dan sambil narik-narik mama ke Citra Silk. Jadi Toko Kain Citra ini ada beberapa tempat, Citra Silk (tempatnya kain kelas premium yang aduhai..), Citra Renda dan Kain (tempat segala keperluan jahit menjahit termasuk payet-payet dan kain kebaya yang kelasnya menengah) serta Citra Batik (dari namanya uda jelas yang dijual kain batik-batik yang bagus lah).
Masuk ke Citra Silk, langsung nganga ngiler liat kain brukat putih yang waw banget bagusnya.. sekali pegang dan naksir, harganya 875 ribu / meter, langsung bilang "No!" deh mama..
Muter-muter toko lagi, akhirnya mbak pegawai Citra nawarin kain yang mirip sama yang tadi kupegang tapi harganya jauh dibawah sekitar 275 ribu / meter ajah. Brukatnya malah jauh lebih halus, nempel di kulit ga gatal dan payetnya maniiiiisss.. Pas!


Si Mamah ga mau kalah ternyata, tau-tau uda dapet aja kain yang mau dipakai di resepsi and you know what? kain mamah lebih MAHAL dari kain si calon pengantin. huhuhu.. Emang bagus banget sih warnanya, biru bermotif bunga silver gold, kelihatan mewah.. 325ribu / meter, humm.. I like that!


Yuk, bungkus semua.. dan mari beralih ke citra renda dan kain, beli kain buat kebaya resepsi, kain keluarga, penerima tamu plus among tamu, wkwkwkwkwk... banyaaaak...
Seharian ngendon di Toko Citra, akhirnya dapat juga kain-kain yang aku suka..




kain untuk among tamu

kain untuk adek dan penerima tamu

kain untuk mama dan camer resepsi di rumah

kain untuk keluarga besar



kain untuk kebaya resepsi, tulle polos ditempel motif bunga dan payet


Alhamdulillah beres juga untuk masalah kain, langsung di oper ke Bu Rahma untuk dijahit. Selain kain-kain di atas, mama masih beli lagi kain untuk beberapa rangkaian acara nikahan nanti, sayang aja ga kefoto.. kok banyakan kain buat mama ya daripada mantennya sedangkan kain untuk keluarga Mon, diurus oleh camer, beli di Jakarta ajah. Waaaw.. ga sabar liat hasil jadinya...
\\{*o*}//

Saturday, January 19, 2013

Wedding Preparation ==> "Catering"

Untuk yang satu ini, aku ga perlu meragukan kehandalan mama untuk memilih vendor, secara mama emang sering berhubungan dengan berbagai vendor catering untuk acara besar di kantornya dan ga pernah gagal untuk padu padan menu makanan. Asal mama bilang " Enak!" berarti emang beneran enak itu makanan. Nah, kebetulan di deket rumah memang ada vendor yang udah terkenal banget, "Duta Catering" namanya, alias catering Ibu Djito. Kebetulan juga, mama uda langganan dan kenal baik sama salah satu karyawannya (mbak siapa yah namanya.. lupa!).

Pertama kali datang ke Duta, langsung disambut ramah sama mbak Dieng. Enak banget diskusi sama mbak Dieng. Dia yang bantuin ngitung estimasi banyaknya makanan untuk prasmanan dan menu gubug nya supaya gak over atau kurang, tentunya sambil di kasih liat ke mama, jadi fair lah. Kalau si mama sih malah heboh pengen nambah ini itu yang jatuhnya malah over banget, maklum ya... soalnya Papa uda wanti-wanti pokoknya makanan ga boleh sampai kurang, bisa bikin malu keluarga! haha.. (yak papa, itu bennnaaaarrr.. )
Sambil itung-itung banyaknya makanan, aku sekalian minta rencana lay out meja makanan dan aku request dekorasi catering yang ga terlalu heboh, dihiasi bunga cantik tanpa tenda yang bisa bikin gedung kelihatan sempit. Aku juga minta dikasih lampu hias kristal yang cantik, gegara pernah liat di kawinan orang jadi kepengen. Leganya semua disanggupi sama Duta Catering..

Akhirnya mama pilih paket prasmanan yang Rp. 42.500,-. Itu uda dapet banyak macem dan bisa ganti varian makanan yang sejenis dengan standar paketannya. Untuk menu gubug, aku pilih siomay, lontong kikil, zuppa soup (love it so much..) dan lainnya plus tambahan dari aku yang ga boleh ketinggalan, chocolate fountain, uhuyy! Karena total pesanan makanan kami yang hampir 1500 pax ini, jadi dapet tambahan bonus parade pudding, ice carving inisial nama dan mobil pengantin Marcedes Benz. Test food untuk setiap makanannya dianter langsung ke rumah. Sayang ga bisa ikut nyobain karena aku masih di Surabaya. Tips bagi yang mau survey ke Duta, datengnya pas hari minggu aja, karena bisa nyobain makanan yang lagi disediakan disana, biasanya menu gubugnya sih. Sebagai tambahan info, Duta catering ini juga menawarkan jasa dekorasi pelaminan, bagus sih.. tapi dananya di luar budget kami.. hihihi..

Duta catering rencananya hanya akan menyediakan makanan saat resepsi. Untuk konsumsi acara dirumah, mama memutuskan untuk memanggil tukang masak saja yang dibayar harian dan ga lupa panggil bakso dorong langganan untuk menu gubugnya.


Monday, January 7, 2013

Wedding Preparation ==> "Gedung Resepsi"

Tema telah ditentukan, lanjut lah kami mengurus masalah gedung. Untuk perkara ini, mama yang aktif survey ditemani oleh tetangga sebelah yang baaaiiiiiik banget deh. Hampir tiap hari tuh mama keliling kota Malang untuk cari gedung yang pas. Pas lokasinya, pas gedenya, pas tarifnya.. pokoknya semua harus pas lah. Aku yang kerja di Surabaya hanya bisa memonitor lewat hape aja, kasian juga sih mama kecapean keliling begitu.

Oke, dari berbagai pilihan gedung di Malang yang bisa dibilang tidak terlalu banyak, mama pilih gedung Sasana Budaya UM yang berada di Jl. Semarang no 5 Malang. Langsung gerak cepat kasih DP ke pengurus gedungnya, mbak Viva. Soalnya telat sedikit itu gedung bakal terpakai, apalagi acara pernikahan ini dilaksanakan di bulan Juni (bulannya Manten) dan hari Sabtu (hari nikahan sejuta umat). Ini dia penampakan gedungnya..

gambar diambil dari sini

Dari depan tampak bagus ya? Yap memang bagus menurut saya, lokasi strategis di tengah kota, gedungnya lumayan baru, bersih (sebelumnya pernah liat bagian dalam gedung pas nikahan temen), fasilitas lengkap termasuk layar besar untuk pamer foto video (apaan si namanya LCD kali yah?), 2 standing AC, sekitar 100 kursi, keamanan, dll. Selain itu lahan parkirnya luas, kelambunya warna sampaign dan biru cocok untuk tema acara kami serta aman dari penyusup katanya. Untuk sewa gedung ini sistemnya per sesi, sesi pagi dan malam. Kami pun pilih sesi malam, mulai masuk gedung pukul 14.00 s.d 22.00, tarifnya 5 Juta. Yak, tarifnya pas di kantong.

Leganya sudah dapat gedung... \\{*0*}//

Saturday, December 29, 2012

Wedding Preparation ==> "Tema Pernikahan"

Nah, karena tanggal udah fix sejak lamaran kemarin.. sekarang saatnya untuk mulai bikin checklist persiapan pernikahan. Dibandingkan ngurus kelengkapan administrasi pernikahan yang jika dipikir justru paling penting, sepertinya kami lebih ribet untuk ngurus pritilan - pritilan pesta pernikahannya.. Yuk ah mulaiiii...


Rencananya kami akan mengadakan resepsi di dua tempat yakni di rumah dan di gedung. Kenapa ada acara di gedung dan rumah?? ini semua ga lepas dari request Papaku yang ingin berkumpul dengan tamu dari kalangan keluarga di rumah sehingga lebih akrab, sedangkan tamu dari kalangan teman, kolega dll akan diundang ke gedung saja, mengingat jumlahnya yang banyak.

Kemudian aku dan mon sharing masalah tema dan warna untuk acara pernikahan kami. Aku sih kepengennya acara kami benuansa merah tapi  mon ngebet warna biru.. zzzz... Melewati banyak pertimbangan dan alasan yang diajukan mon, akhirnya aku setuju pakai warna biru untuk resepsi di gedung. Aku ga mau kalah dong, tetep harus ada warna merah deh pokoknya. Jadilah acara di rumah aku pakai nuansa merah. 

Tema pernikahan nanti direncanakan akan kental adat jawa, mulai dari rias, susunan acara, MC sampai musiknya pun harus bernuansa Jawa. Lagi - lagi Papaku yang berperan menetapkan aturan ini, katanya sih suatu pesta pernikahan akan terasa lebih megah dan sakral. Emang bener sih kata Papa, tapi aku juga mikir, kalau kental Jawa banget.. nget juga aduh ampun deh, ribet beneeerrr.. dan sejauh yang aku tau kalau pengantin jawa itu pakai bajunya kalau ga dodotan / basahan, ya pakai baju yang hitam-hitam seperti ini..








Hmm.. dari dua gambar di atas, aku akan memilih riasan seperti gambar yang kedua, kalau tidak salah itu riasan adat solo. Kelihatannya lebih cocok buat aku dan menurutku sih lebih anggun. Tentang baju, aku kan pakai kebaya yang moderen ajah, dipikirin ntar deh masalah bajunya. Yang penting fix dulu pakai model pengantin Solo Putri.

Kesimpulan:

Tema pernikahan "Javanese Royal Wedding in Blue".. mengacu pada adat Jawa Solo.  

\\{^_^}//

Wednesday, December 26, 2012

Kisah cintaku serupa sinetron..

Temans, ada gak sih diantara kalian yang jodohnya adalah teman semasa kecil? Pasti banyak yah, yang sesama teman SMA atau SMP gitu.. Nah kebetulan aku juga begitu.. calon suami aku adalah teman semasa kecil, teman TK.. co cweet ga siiiy.. hahaha..


 
Bayu & Dhita Th. 1991

Gak pernah mimpi, gak pernah nyangka.. ni cowo unyu di sebelah, bakal jadi suami aku. Sejak foto terakhir ini kami gak pernah ketemu lagi hingga kami kuliah, karena masing - masing ortu dinas di kota berbeda, aku di Malang dan Mon di Jakarta. Sampai pada akhirnya mama Mon ada keperluan di Malang, ikutlah Mon dan kebetulan menginap di rumahku. Mulai deh tu, tebar tebar pesona, curi - curi pandang, ngobrol sana sini ga penting.

Berkelanjutan lewat SMS dan telepon yang makin ahay canggihnya setelah pertemuan di Malang itu. Tapi dasar anak muda yah, ga lama pun komunikasi putus karena masing - masing dekat dengan gebetan di sekitar. Berapa tahun berlalu, tiba - tiba sambung lagi, entah apa yang menggerakkan aku untuk menghubungi Mon lagi.. Hubungan itu lah yang mampu kami jaga hingga 3 tahun lamanya long distance, bahkan ketemuan pun bisa dihitung jari kali.. Pada akhirnya, kami berniat bulat untuk menikah..


Semoga niat kami yang baik ini dapat terus terjaga selamanya..